Selasa, 28 Februari 2012

Manfaat Jerami Padi


Jerami padi...mungkin jika kita mendengar nama jerami padi bayangan sebagian besar orang adalah tumpukan batang padi yang teronggok di pematang sawah tanpa ada yang memperdulikan bagaimana kondisinya dan pada akhirnya akan dibakar sebagai sampah pertanian. Namun tidak semua orang tahu bahwa jerami padi juga memiliki kekuatan yang dahsyat sebagai bahan baku briket, pakan ternak, pupuk, bahkan bahan baku gas hidrogen dan minyak diesel. Jika selama ini jerami hanya dibakar sebagai sampah pertanian maka tahukah anda pembakaran jerami di sawah-sawah ternyata memberikan keuntungan positif selain hanya memproduksi asap dan bau. Pembakaran jerami oleh petani secara tak langsung mengembalikan unsur hara jerami ke dalam tanah, membunuh bakteri patogen yang ada dalam tana, dan ikut mengurangi gulma yang ada di lahan pertanian. Hasil pembakaran jerami berupa selulosa akan lebih cepat diserap tanah dalam kondisi abu karena kandungan protein dan karbonnya sudah terpecah. Dengan demikian tanpa disadari pembakaran jerami juga menguntungkan tanah secara tak langsung.

Jerami padi juga bisa digunakan sebagai briket bahan bakar. Nilai kandungan jerami padi bila digabung dengan bunkil jarak dan sekam padi bisa mencapai 5500 kcal/kg belum lagi ditambah kulit kedelai yang bisa dimanfaatkan sebagai briket. Briket jerami padi tentu bisa menjadi alternatif bahan bakar bagi masyarakat di pedesaan untuk menghemat biaya bahan bakar dari minyak atau gas. Karena briket jerami padi lebih bersih dan tidak mengandung racun seperti hal-nya briket batubara yang menghasilkan gas oksida nitrit (NOx) dan oksida sulfur (SOx). Jerami padi selain digunakan sebagai tempat biakan jamur merang juga dapat berfungsi sebagai campuran makanan ternak karena kandungan protein yang cukup memadai. Jika kita melihat daerah-daerah yang kering di pulau Jawa maka peternakan sapi di daerah tersebut sering mengalami kekurangan pakan sapi, mengapa kita tidak mencoba mengolah jerami padi sebagai bahan baku alternatif pakan sapi? Walau kandungan gizi jerami padi lebih rendah dari rumput galah atau rumput gajah namun tidak ada salahnya mencoba jerami sebagai pakan ternak sampingan untuk sapi di daerah kering.

Kegunaan lain dari jerami padi adalah sebagai penghasil bio-ethanol atau gas hidrogen. Dengan menggunakan reaksi hidrolisis pada jerami padi akan didapatkan ethanol untuk bahan bakar mesin giling dan kendaraan bermotor. Dan jika membutuhkan gas untuk pembangkit listrik maka proses gasifikasi dari jerami padi mampu memproduksi gas hidrogen untuk menyalakan turbin listrik. Hasil gasifikasi jerami padi berupa bubuk abu bisa digunakan sebagai campuran briket atau pupuk organik. Bukan main betapa banyaknya fungsi jerami padi yang selama ini dianggap sebagai limbah pertanian ini.

Melihat banyaknya fungsi jerami padi tersebut sudah selayaknya para petani mulai dibekali pengetahuan dan keterampilan bagaimana memanfaatkan jerami padi pasca panen di pedesaan. Jumlah jerami padi yang cukup melimpah tentunya mampu menghasilkan nilai tersendiri bagi kaum petani di Indonesia begitu juga para peternak yang bisa menjadikan jerami padi sebagai makanan samping selain makanan pokok hewan ternak seperti daun dan rerumputan. Tata cara pengelolaan limbah pertanian ini tentunya ditujukan untuk kesejahteraan kaum petani sendiri sehingga mereka mampu mengelola pertanian dan hasil-hasilnya tanpa harus merambah ke kota untuk mencari penghasilan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar